Skip to main content
Kemenag Terbitkan Surat Edaran, Shalat Idul Adha 2021 di Masjid dan Lapangan Terbuka Ditiadakan untuk Zona Merah dan Oranye

Kemenag Terbitkan Surat Edaran, Shalat Idul Adha 2021 di Masjid dan Lapangan Terbuka Ditiadakan untuk Zona Merah dan Oranye

Kemenag Terbitkan Surat Edaran, Shalat Idul Adha 2021 di Masjid dan Lapangan Terbuka Ditiadakan untuk Zona Merah dan Oranye

Kementerian Agama (Kemenag) sudah menerbitkan surat edaran tentang aturan penyelenggaraan Shalat Idul Adha 2021.

Adapun aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021.

Dalam surat edaran tersebut, Kemenag meniadakan pelaksanaan Shalat Idul Adha berjemaah di masjid, mushala, dan lapangan terbuka untuk umat Islam yang berada di zona merah dan oranye Covid-19.

"Shalat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 Hijriah/2021 Masehi di lapangan terbuka atau di masjid/mushala pada daerah zona merah dan oranye ditiadakan," demikian yang tertulis dalam surat edaran, Rabu (23/6/2021).

Sementara untuk umat Islam yang berada di luar zona merah dan oranye, shalat Idul Adha boleh diadakan di lapangan terbuka atau di masjid, dan mushala.

SE juga mengatur, shalat Idul Adha yang dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid dan mushala wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Ketentuan penerapan protokol kesehatan tersebut meliputi khutbah dipersingkat paling lama 15 menit.

Halaman Selanjutnya

Kemudian, jemaah yang hadir paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar saf dan antar jemaah.

Berikutnya, panitia diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.

Sementara bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti shalat Idul Adha di lapangan terbuka, masjid dan mushala.

"Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Shalat Hari Raya IduI Adha sampai selesai," lanjut kutipan surat edaran.

Selanjutnya, setiap jemaah juga harus membawa perlengkapan shalat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

Lalu khatib diharuskan menggunakan masker dan face shield pada saat menyampaikan khutbah Shalat Hari Raya Idul Adha.

"Seusai pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik," demikian isi surat edaran tersebut.

Sumber: Grid.id

Halaman Awal


CLOSE ADS
CLOSE ADS