Skip to main content
Jangan Heran Daging Sapi Mudah Alot Kalau Masih Melakukan 6 Kebiasaan Ini, Berikut 6 Penyebab Daging Sapi Jadi Alot, Salah Satunya Dicuci dengan Air

Jangan Heran Daging Sapi Mudah Alot Kalau Masih Melakukan 6 Kebiasaan Ini, Berikut 6 Penyebab Daging Sapi Jadi Alot, Salah Satunya Dicuci dengan Air

Jangan Heran Daging Sapi Mudah Alot Kalau Masih Melakukan 6 Kebiasaan Ini, Salah Satunya Dicuci dengan Air

Mengolah daging sapi tidak boleh sembarangan.

Bukan hanya merusak kualitas nutrisinya, kesalahan memasak daging sapi juga bisa membuat teksturnya alot,

Jika sudah demikian, daging jadi tidak enak dimakan.

Nah, menjelang Idul Adha ini, yuk kita ketahui lagi bagaimana cara mengolah daging sapi agar tidak alot.

Mengutip laman Tribunnewswiki.com, ternyata daging sapI sangat kaya akan nutrisi penting.

Untuk daging sapi yang sudah dihilangkan lemaknya, akan mengandung banyak zat gizi.

Kandungan gizi dalam daging di antaranya protein yang sangat baik.

Hal itu karena daging sapi mempunyai nilai biologis tinggi.

Beberapa nilai gizi yang dimiliki daging sapi adalah omega-3 rantai panjang (DHA, EPA and DPA), lemak tak jenuh, vitamin B12, niasin, vitamin B6, vitamin B5, vitamin D, riboflavin, zat besi, seng, dan sebagainya.

Jika dikonsumsi dalam batas wajar, daging sapi akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh, misalnya mempertahankan massa otot, meningkatkan kinerja otot, mencegah anemia, meningkatkan sensitivitas insulin, membantu jaga berat ideal, dan sebagainya.

Itu semua bisa kita dapatkan jika berhasil mengolah daging sapi dengan baik, termasuk tidak membuatnya alot saat dikonsumsi.

Berikut 6 penyebab daging sapi jadi alot:

Halaman Selanjutnya

1. Kualitasnya tidak bagus

Daging dengan kualitas tidak baik jadi penyebab tekstur daging akan alot.

Oleh karena itu, pemilihan kualitas daging jadi hal utama.

"Pertama tuh harus pilih daging yang layak konsumsi. Baik dari segi hygienenya maupun dari segi kualitasnya," kata Chef FB Consultancy/Advisor, Felix Budisetiawan.

2. Dibiarkan di suhu ruang

Tekstur daging yang keras juga bisa disebabkan karena lokasi penyimpanannya.

Daging yang disimpan di suhu ruang selama lebih dari empat jam, akan memuat kualitasnya menurun, termasuk jadi keras.

Oleh karena itu, tempat terbaik menyimpan daging adalah di kulkas dan freezer.

"Kadang-kadang kalau kita habis beli daging dari pasar, sudah layak konsumsi nih dagingnya tapi ditaruh di tempat dengan suhu ruangan," kata Felix.

3. Salah pilih

Selanjutnya adalah salah pilih bagian daging.

Beberapa bagian daging juga memiliki teknik memasak yang berbeda.

"Kalau bagian lengan, bagian lulur, bagian paha itu punya tingkat kelenturan yang berbeda-beda," tutur Felix.

Apabila ingin menggunakan bagian yang lunak, kita perlu pakai daging bagias lulur atau has dalam atau paha.

Sedangkan untuk daging lengan akan cenderung lebih keras.

Halaman Selanjutnya

4. Direbus air panas

Perhatikan kesalahan yang satu ini.

Jangan langsung merebus daging dengan air panas atau dingin, gunakan saja air biasa.

Kita bisa memasukkan daging bersama dengan air ke dalam panci.

Setelah itu, barulah menyalakan kompor dan biarkan mendidih.

"Kalau menurut saya, untuk merebus daging sebaiknya mulai dengan air biasa atau air dengan suhu ruangan," kata Felix.

Baca Juga: Inilah 5 Cara Paling Ampuh Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing Hewan Kurban Idul Adha 2021 yang Dapat Anda Coba Dirumah Masing-masing

5. Mencuci daging

Kesalahan selanjutnya adalah mencuci daging.

Ternyata tidak semua bagian daging bisa dicuci dengan air.

Ada beberapa bagian dagings aapi yang sebaiknya hanya di lap dengan tisu saja.

Jika masih nekat mencucinya, maka daging bisa lebih keras.

Kecuali untuk bagian dalam seperti jeroan, tetap harus menggunakan air.

6. Api terlalu besar

Kesalahan terakhir adalah penggunaan api yang terlalu besar.

Gunakan saja api kecil sesuai waktu yang dibutuhkan.

Sumber: Grid.id

Halaman Awal


CLOSE ADS
CLOSE ADS