Skip to main content
(18+) Jika Suami Istri Positif Covid Boleh Berhubungan Seks? Lalu Bagaimana Cara Berhubungan Seksual yang Aman di Masa Pandemi? Ini Aturannya Kata Dokter

(18+) Jika Suami Istri Positif Covid Boleh Berhubungan Seks? Lalu Bagaimana Cara Berhubungan Seksual yang Aman di Masa Pandemi? Ini Aturannya Kata Dokter

Suami Istri Positif Covid Boleh Berhubungan Seks? Ini Aturannya Kata Dokter

Pandemi Corona membuat setiap orang harus berhati-hati dalam upaya menjaga kesehatannya agar terhindar dari virus mematikan tersebut. Seperti yang diketahui, virus Corona sendiri sangat mudah menyebar dan menginfeksi orang lain.

Hal itu pun yang membuat beberapa pasangan suami istri kerap bertanya-tanya, apakah aman untuk melakukan hubungan seksual di masa pandemi saat ini? Apakah suami istri positif Covid boleh berhubungan seks?

Melalui akun Instagram pribadinya, dokter spesialis penyakit dalam, Decsa Medika Hertanto,dr.,Sp.PD pun memberikan penjelasannya mengenai apakah suami istri positif Covid boleh berhubungan seks.

Dokter Decsa mengatakan bahwa sejauh ini menurut penelitian, sperma atau cairan vagina tidak menularkan COVID-19. COVID-19 hanya ditularkan melalui droplet langsung atau kontak erat dengan pasien terinfeksi, seperti sentuhan fisik dan berciuman.

Namun bukan berarti pasangan suami istri bisa bebas dan aman melakukan hubungan seksual di masa pandemi saat ini. Tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika salah satu atau bahkan dua-duanya terinfeksi. Lalu bagaimana cara berhubungan seksual yang aman di masa pandemi?

Jika Suami Istri Sama-sama Positif Terinfeksi Corona

Menurut dokter Decsa jika keduanya terinfeksi Corona, maka hubungan seksual tidak disarankan namun boleh tetap dilakukan.

Hanya saja ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan, seperti, keduanya harus dalam kondisi yang sehat tanpa keluhan, mandi sebelum berhubungan, dan menggunakan masker serta menghindari berciuman.

Jika Salah Satu pasangan Positif Terinfeksi Corona

Jika salah satu pasangan terinfeksi virus Corona maka tidak diperbolehkan untuk berhubungan seksual terlebih dahulu. Terlebih jika pasien terinfeksi memiliki gejala seperti batuk, sesak nafas, dan juga demam.

Jika memiliki gejala tersebut, risiko penularan sangat tinggi. Sehingga walaupun virus Corona tidak menular melalui sperma atau cairan vagina, namun akan tetap terjadi kontak erat seperti berciuman dan berpelukan saat berhubungan seksual.

Oleh sebab itu sangat disarankan untuk fokus terhadap pemulihan, pengobatan, dan pencegahan penularan terlebih dahulu.

Halaman Selanjutnya

Jika Salah Satu Bekerja di Lingkungan yang Berisiko Tinggi Terpapar COVID-19

Jika salah satu bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi terpapar COVID-19 maka dokter Decsa tidak menyarankan untuk melakukan hubungan seksuual.

Namun jika memang harus dilakukan, maka ada beberapa hal yang peerlu diperhatikan. Seperti, kedua belah pihak harus sehat tanpa keluhan, mandi sebelum berhubungan, menggunakan masker dan hindari berciuman.

Hal itu dikarenakan orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona memerlukan tempat terpisah atau menerapkan kehati-hatian usai tiba di rumah.

Jika Suami Istri Ragu Terpapar COVID-19 atau Tidak Karena Tidak Memiliki Gejala & Kontak Erat

Jika keduanya sama-sama ragu dirinya terpapar COVID-19 atau tidak, maka disarankan untuk memeriksakan melalui SWAB PCR atau antigen terlebih dahulu sebelum memutuskan berhubungan seksual dengan pasangan.

Untuk kasus semacam ini, dokter Decsa tidak menyarankan untuk berhubungan seksual, tetapi jika terpaksa dan harus berhubungan seksual, maka ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan.

Pertama, keduanya harus sehat tanpa keluhan, mandi sebelum berhubungan, gunakan masker dan hindari berciuman.

Jika Sudah Sembuh dari COVID-19

Orang yang sudah sembuh dari infeksi COVID-19 diperbolehkan berhubungan seksual dengan pasangannya, namun tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama pastikan sudah menyelesaikan masa isolasi mandiri (10 hari ditambah 3 hari bebas gejala). Selain itu pastikan juga kedua belah pasangan sehat.

Jika salah satuu pasangan memiliki gejala long Covid, maka konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan hubungan seksual.

Long Covid memang sudah tidak menularkan virus COVID-19, namun penderita long Covid biasanya gampang merasa lelah. Sehingga perlu memastikan kondisi kedua belah pihak dalam keadaan prima sebelum berhubungan seksual.

Dokter Decsa juga menambahkan dalam unggahannya bahwa untuk penderita penyakit kronis dengan COVID-19 atau usia lanjut tidak disarankan untuk melakukan hubungan seksual.

Walaupun orang-orang dalam golongan tersebut tidak bergejala atau memiliki gejala yang ringan, namun mereka rentan terkena komplikasi berat dari COVID-19.

Itulah beberapa penjelasan dari dokter Decsa seputar apakah suami istri positif Covid boleh berhubungan seks.

Sumber: wolipop.detik.com

Halaman Awal


CLOSE ADS
CLOSE ADS