Skip to main content
Nyalinya Tak Ciut, Kakek 83 Tahun Nekat Duel Lawan Perampok Bercelurit Tengah Malam, Para Pelaku Langsung Lari Kalang Kabut Gegara Hal Ini

Nyalinya Tak Ciut, Kakek 83 Tahun Nekat Duel Lawan Perampok Bercelurit Tengah Malam, Para Pelaku Langsung Lari Kalang Kabut Gegara Hal Ini

Nyalinya Tak Ciut, Kakek 83 Tahun Nekat Duel Lawan Perampok Bercelurit Tengah Malam, Para Pelaku Langsung Lari Kalang Kabut Gegara Hal Ini

Demi mempertahankan hak miliknya, kakek berusia 83 tahun ini dengan berani melawan komplotan rampok yang sambangi rumahnya.

Ya, meski nyawa taruhannya, sang kakek nekat duel lawan perampok bersenjata tajam.

Alhasil, kakek bernama Wiryo Sumidi ini berhasil mengusir perampok yang sejak awal memang sudah mengintai rumahnya.

Peristiwa kakek lawan maling bersenjata tajam itu terjadi di Sangurejo, Mojogedang, Karanganyar, Jawa Tengah.

Pihak kepolisian Polres Karanganyar berhasil membekuk tiga pelaku di Matesih, Karanganyar.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito menyebutkan, total pelaku berjumlah lima orang.

"Kelima Pelaku berstatus residivis atau orang yang pernah dihukum tetapi mengulangi kejahatan serupa," ujarnya.

Menurutnya, tiga diantaranya berhasil dibekuk, sementara dua orang lainnya masih buron.

“NV, SN, SY warga Karanganyar berhasil di amankan sedangkan dua orang lagi SP dan DS kami tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” tegasnya, Senin (19/7/2021).

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kepolisian menyita, satu unit ponsel Redmi Note 9, pedang sepanjang 50 sentimeter, sabit bergagang kayu, obeng kecil, sandal jepit warna biru milik salah satu tersangka yang tertinggal di lokasi kejadian, dan kardus ponsel Realme C11.

Polisi juga menyita satu unit Honda Vario pelat nomor AD 2939 XZ milik salah satu tersangka.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pada Kamis (4/3/2021) sekira pukul 02.00 WIB.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito menyebutkan kelima maling itu memiliki tugas masing-masing.

Dua orang mengantar ke rumah korban sekaligus mengawasi dari luar rumah Wiryo Sumidi berinisial SP dan D.

Halaman Selanjutnya

Sedangkan tiga pelaku lainnya, berinisial NV, SN dan SY, masuk ke dalam rumah.

"Mereka bertiga masuk ke rumah, dengan cara mencongkel jendela mengunakan obeng dan masuk secara bergantian,” ungkapnya kepada Tribunsolo.com, Senin (19/7/2021).

Begitu berhasil masuk, NV alias Topel mengambil ponsel di dekat televisi.

Dia melanjutkan aksi dengan masuk ke kamar mengambil ponsel lain.

Saat itulah kerabat Wiryo terbangun.

NV mengancam menggunakan celurit.

"Saat itulah Wiryo bangun dan keluar karena mendengar keributan, SN alias Alex menendang korban hingga terjatuh dan ditindih serta diancam menggunakan senjata tajam,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan Wiryo melawan dan adanya aksi perlawanan itu.

“Jadi aksi pelaku ketahuan. Terjadi pergulatan antara korban dan pelaku. Korban terluka kena sabetan sajam. Penghuni rumah lain bangun dan berteriak-teriak minta tolong,” ujarnya.

Teriakan ini membuat tiga pelaku kalang kabut dan kabur meninggalkan rumah.

Sementara dua tersangka lainnya sudah meninggalkan rumah Wiryo sebelumnya.

Di sisi lain, Kakek mendapatkan Wiryo mendapatkan 10 jahitan dalam dan 19 jahitan bagian luar seusai melawan perampok yang masuk ke rumahnya.

Perlawanan Wiryo Sumidi tak sia-sia karena para komplotan maling beranggotakan lima orang itu akhirnya gagal mencuri.

Sumber: Grid.id

Halaman Awal


CLOSE ADS
CLOSE ADS