Skip to main content
Ribut Sama Polisi, Paspampres Praka Izroy Ternyata Pengawal Pribadi Wapres Ma'ruf, Kapolres Tarik Mundur Anggota dan Minta Maaf kepada Danpaspampres

Ribut Sama Polisi, Paspampres Praka Izroy Ternyata Pengawal Pribadi Wapres Ma'ruf, Kapolres Tarik Mundur Anggota dan Minta Maaf kepada Danpaspampres

Ribut Sama Polisi, Paspampres Praka Izroy Ternyata Pengawal Pribadi Wapres Ma'ruf

Beberapa hari lalu heboh anggota Paspampres Praka Izroy bersitegang dengan sejumlah aparat Kepolisian di pos penjagaan. Peristiwa itu berlangsung saat aparat tengah bertugas masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di pos penyekatan Jakarta Barat.

Kasus ini sempat menjadi polemik dan berbuntut panjang. Malam harinya, puluhan anggota Paspampres mendatangi Kantor Polres Jakarta Barat. Karena terjadi kesalahpahaman,Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo langsung menemuiDanpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto untuk meminta maaf.

SosokPraka Izroy lantas jadi sorotan. Inilah profil singkat sosokPraka Izroy:

Pengawal Pribadi

Insiden yang terjadi Jalan Daan Mogot, Jakarta beberapa waktu lalu membuat nama Praka Izroy Gadjah jadi sorotan publik. Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto membenarkan status Praka Izroy sebagai salah satu anggotanya. Praka Izroy diketahui bertugas sebagai pengawal pribadi dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Betul jabatannya (pengawal pribadi)" terang Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto.

Instagram/@izroy_gadjah
Instagram/@izroy_gadjah

Masih Bertugas

Meski sempat terlibat kesalahpahaman dengan sejumlah polisi berpakaian preman, namun Praka Izroy diketahui masih bertugas seperti biasa. Hal ini pun dipastikan oleh Mayjen Agus.

"Masih bertugas." tuturnya.

Kapolres Tarik Mundur Anggota

Peristiwa yang melibatkan Praka Izroy beberapa waktu lalu tersebut membuat Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo tak tinggal diam.

Kombes Ady menarik mundur anggotanya yang berpakaian preman. Hal ini dilakukan agar tidak salah paham di lapangan.

"Kita evaluasi di lapangan, penekanan untuk lebih baik dan humanis tidak boleh sewenang-wenang. Untuk yang berpakaian preman sementara tidak kita ikutkan penyekatan agar tidak salah paham di lapangan," kata Kombes Ady Wibowo.

Halaman Selanjutnya

Kapolres Minta Maaf kepada Danpaspampres

Tak hanya itu, Ady Wibowo mengaku telah meminta maaf secara langsung kepada Komandan Paspampres. Permasalahan kini telah selesai, tak ada lagi kesalahpahaman seperti yang berlangsung di lapangan.

"Saya juga sudah meminta maaf secara langsung kepada Komandan Paspampres, permasalahan sudah selesai dan tetap sinergi TNI Polri menjaga negeri," terangnya.

"Supaya tidak terulang lagi di lapangan, anggota saya juga diperiksa di Propam Polda," pungkasnya.

Danpaspampres Beri Pesan

Begitu pula dengan Komandan Paspampres (Danpaspampres) yang turut turun tangan. Danpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan, terjadi kesalahpaman antara petugas dengan Praka Izroy Gadjah. Menurutnya, Paspampres termasuk dalam sektor yang dikecualikan untuk disekat.

"Aturan PPKM Darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor essensial, nonessensial, kritikal yang bekerja di sektor ini boleh melewati penyekatan," kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7).

Mayjen Agus mengingatkan pada Komandan Satuan (Dansat) jajaran TNI dan Polri. Sekitar 75 persen anggota Paspampres tinggal di luar asrama. Mereka tersebar di sekitar Jabodetabek.

Karena itu, setiap harinya para personel harus pulang dan pergi berdinas, serta melewati sejumlah titik-titik penyekatan.

"Saya sudah koordinasi dengan para Dansat TNI dan Polri di lapangan untuk memahami aturan PPKM Darurat. Jadi untuk kejadian ini sudah aman," ujarnya.

Terlibat Adu Mulut dengan Polisi

Sebelumnya, Praka Izroy Gadjah sempat bersitegang dengan petugas PPKM yang terdiri dari anggota TNI Polri di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Instagram akun @infokomando & kanal YouTube Richi INF
Instagram akun @infokomando & kanal YouTube Richi INF

Izroy yang hendak melewati penyekatan mendapat tindakan keras dari petugas. Keributan pun tak terhindarkan hingga membuat pria berseragam TNI Polri mendekat.

Setelah selesai dengan para petugas, Praka Izroy lantas menghadap Danramil 06/Kalideres Kapten Inf Abdul Kholik dan mendapat teguran keras. Setelah itu, Izroy diizinkan pergi dengan sepeda motor miliknya.

Sumber: Merdeka.com

Halaman Awal


CLOSE ADS
CLOSE ADS